KIAT MENDAPAT JODOH

Menunggu jodoh bagi baik laki laki maupun wanita apalagi yang sudah mempunyai niat nikah sudah lama kadang membuat kita bosan. Apalagi orang tua,saudara dan teman banyak yang sudah bertanya-tanya , adik sudah ada yang menikah dan mempunyai momongan ,para tetangga yang mulai mencibir, sampai undangan pernikahan teman-teman, adik-adik yang umurnya dibawah kita bikin hati iri. semuanya bikin galau tingkat tinggi. Apalagi kalau usia bagi wanita yang sudah menginjak kepala tiga.
Dibawah ini saya sampaikan sedikit KIAT UNTUK MENDAPAT JODOH

1. Harus punya niat yang mantap, azam yang kuat. Niatan itu awal, dalam hati patrikan bahwa kita sudah siap nikah. Azzam itu adalah tekad yang bulat, keukeuh, yang melekat erat dalam jiwa. Bukan sekedar kata-kata tanpa makna. Jangan maju mundur kayak mobil odong-odong. Jangan ada takut ini dan itu. Siapin dan bulatkan dulu hati.

2. Tuliskan niat/azzam itu. Bila perlu deklarasikan ke teman-teman, orang tua, tetangga atau siapapun yang ada di sekeliling kita. Bisa juga menuliskan impian untuk nikah yang besar di dinding kamar. Musti ada cita-cita. Deklarasi ini akan membantu mu mengingat targetan itu. Kalo terlanjur lupa, akan ada banyak orang yang mengingatkan, bahkan bisa banyak teman atau ibu-ibu yang pada nawarin jodoh Ya… karena mereka ingat azzam yang di tulis atau dikatakan tempo hari oleh kita. Tuh kan… terbantu sekali. Meski nggak jadi… tapi kan sudah berusaha.

3. Say No to Pacaran or TTM (teman tapi mesra). Jangan kira pacaran bisa menghantarkan kita ke gerbang pernikahn, itu omong kosong. Temenku ada yang pacaran sejak SMP, weleh… sampe sekarang kayaknya doi belum merried juga tuh. Kesiaaaan….

4. Jangan malu untuk nyatakan duluan. Sebagaimana khadijah yang menanyakan kepada Rasul lewat Maysarah, aku dulu juga gitu. Waktu itu, kutanyakan hal serupa kepada calon Ayahnya Naufa. Mau nggak, nikah sama aku? Dan jawabannya “Siapa takut!”. Nih dia lelaki sejati, berani datang ke wali bukan sibuk merayu putri. Proposalku diterima, dayung bersambut. Tentu setelah aku memastikan bahwa orang yang ku tanyai itu, bagus kualitas agamanya. Nggak sembarangan. Sebagaimana Khadijah yang mengamati baiknya agama Nabiyullah, Muhammad saw.

5. Buat proposal nikah. Ini adalah kaidah kausalitas yang perlu dijalani. Soalnya gini, kadangkala ada seorang ikhwan yang tiba-tiba pindah ke kota tertentu. Masih bujangan, doi minta dicarikan calon istri. Nah… kalo kita sudah menyebarkan beberapa proposal kepada beberapa MC. Bisa jadi data kitalah yang akan diberikan pada doi. Jadi kan peluangnya lebih banyak. Hehe…

Oya, yang terpenting dalam proposal nikah adalah biodata lengkap dan photo. Nggak usah ditulis visi dan misi menikah, itu mah nanti aja kalo orangnya sudah sreg.

6. Pilihlah MC (Mak Comblang alias perantara) yang tepat. Maksudnya, MC nya adalah orang yang terpercaya. Lebih keren lagi kalau beliau paham aturan pergaulan dalam Islam. Karena, kualitas orang yang akan dijodohkan dengan kita juga tergantung dari kualitas yang jadi MC. Jangan pilih MC yang comel, ember dan suka nyebarin berita burung. Karena proses taáruf adalah proses yang rahasia, belum boleh di umumkan. Ini dalam rangka menjaga nama baik kita, agar tak jadi bahan gosip. MC ini bisa orangtua kita, teman yang sudah nikah, guru, ustadz/ustadzah dll. Yang penting orangnya amanah. Oya, jangan cari MC yang belum nikah, karna bisa jadi orang yang berproses justru demen sama MC Nya, kalau ini yang terjadi –pataaah hatiiiikuuu jadinyaaa—nangis.com.

7. Berbenahlah. Nah, kalo proposal sudah kita sebar, tak perlu pusing dengan siapakah yang akan jadi suamiku nantinya sambil membayangkan ikhwan A, B, C atau D. Nggak usah. Percayakan pada Allah bahwa jodoh ada ditanganNya. Percayakan juga pada MC, bahwa ia akan membantu kita sekemampuannya. Sesekali bolehlah ditanyakan kepada MC perihal proposal nikah kita, apakah sudah ada kabarnya.:)

Justru yang perlu kita siapkan adalah, diri kita sendiri. Perbaikilah ketaatan kita pada Allah dalam segala hal. Ibadah, makanan, pakayan, akhlak, muamalah dll. Tambah terus ilmu yang terkait dengan penunaian kewajiban. Perluas cakrawala berfikir dengan banyak membaca buku-buku bermutu yang terkait dengan pernikahan. Tentang penyelenggaraan walimatul-úrsy yang syarí, tentang komunikasi, kuliner, tata ruang, keuangan rumah tangga dan lain-lain.

Jadi, saat jodoh itu datang, kita benar-benar sudah siap semuanya. Inget lho, pernikahan itu bukan ajang trial-error. Jangan sampai suami kita menyesal menikahi kita hanya gara-gara nggak bisa masak, atau nggak bisa ngatur uang alias boros.

Yakinlah bahwa laki-laki yang baik hanya untuk perempuan-perempuan yang baik dan begitu juga sebaliknya. Jadi jangan ribet membayangkan laki-laki yang belum halal, tapi teruslah berbenah, insyaAllah jodoh akan semakin dekat ,aamiin

8. Selalu mendekatkan diri kepada Allah. Dengan Sholat Tahajjud pada saat orang sdh pada tidur inilah saat yang paling tepat untuk mengadukan segala gundah di dada kepada-Nya, inilah saat yang paling sip untuk menangis memohon kemurahannya. Karena Dia, adalah sang Maha segala-galanya. Di tangan-Nya lah Qadho rizki, jodoh dan ajal kita. Mumpung masih sendiri, nikmati khalwat yang lama bersama-Nya. Soalnya kalau sudah berdua, apalagi bertiga, ber-empat, ber-lima dengan anak-anak, waktu akan banyak tersita untuk mereka.

9. Nah, kalau sudah ada laki-laki yang mau berproses dengan kita, jangan dipersulit dengan syarat yang rumit. Patokannya, baik agamanya. Yang lain (harta dan tahta) akan Allah permudah jalannya untuk kita setelah menikah. Seorang teman ada yang kriteria calon suaminya adalah rupawan, hartawan, bangsawan, dermawan, humoran, budiman. Emang sih nggak apa-apa alias boleh, tapi… kalo toh ada yang seperti kriteria itu, apakah yakin mau sama kita. Hehe… coz doi pasti punya kriteria yang sama seperti dirinya.

10. Jalin komunikasi yang intens dengan keluarga. Biasanya, kalau kedua belah pihak sudah saling sreg, kendala selanjutnya ada pada pihak keluarga besar. Baik keluarga kita maupun calon pasangan kita. Nah, agar proses taáruf-khitbah-nikah berjalan lancar dan syarí maka harus di sosialisasikan apa yang menjadi harapan kita, apa yang menjadi dambaan kita, jauh-jauh hari.

Misalnya, kita ingin kelak, resepsi pernikahan kita dilaksanakan dengan syriát Islam yang lurus. Nggak pake tabaruj, orgenan apalagi sintrengan, campur baur, standing party dll maka hal tersebut harus sedini mungkin di komunikasikan ke pihak keluarga. Paling tidak keluarga inti (ayah dan ibu). Caranya beragam, misal mengajak orang tua menghadiri walimatul-úrsyi yang syarí. Sehingga mereka melihat contoh real nya. Jangan sampai, gagal nikah hanya gara-gara kita berantem sama orang tua yang nggak setuju dengan tata cara islami karna salah komunikasi.

11. Kalau semua sudah dijalani, tapi belum juga dapat jodoh, bersabarlah… Allah sedang menyiapkan pasangan terbaik untuk kamu. Yakinlah Allah telah catatkan jodoh untuk tiap manusia. Meski ada yang meninggal belum sempat bertemu dengan jodohnya, yakin kan hati bahwa Allah telah siapkan bidadara di surga-Nya.
Semoga bermanfaat,untuk konsultasi dan masalah pernikahan bisa menghubungi saya ARI SUPARLI di 0878.8506.1898

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s