NGINTIP ORANG MANDI TERMASUK ZINA MATA

NGINTIP ORANG MANDI TERMASUK ZINA MATA

“Ditetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, akan diperoleh hal itu, tidak mustahil. Kedua mata itu berzina dan zinanya dengan memandang (yang haram). Kedua telinga itu berzina dan zinanya dengan mendengarkan (yang haram). Lisan itu berzina dan zinanya dengan berbicara (yang diharamkan). Tangan itu berzina dan zinanya dengan memegang. Kaki itu berzina dan zinanya dengan melangkah (kepada apa yang diharamkan). Sementara hati itu berkeinginan dan berangan-angan, sedangkan kemaluan yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Muslim no. 2657)
Pernyataan Rasulullah bahwa zina mata dengan memandang kepada apa yang tidak halal merupakan dalil yang jelas tentang keharaman perkara tersebut, sekaligus peringatan dari hal tersebut. Telah dimaklumi bahwa pandangan mata merupakan penyebab jatuhnya seseorang kepada perbuatan zina. Karena lelaki yang banyak memandang kecantikan seorang wanita terkadang menjadi faktor yang menyebabkan ia jatuh cinta kepada si wanita sehingga ia binasa karenanya. Maka pandangan adalah pos pengantar kepada zina. Berkata Muslim ibnul Walid Al-Anshari:

Aku peroleh untuk hatiku satu pandangan yang menyenangkan mataku
Namun ternyata pandangan itu menjadi kesengsaraan dan bencana bagiku
Tidaklah berlalu padaku sesuatu yang lebih berbahaya daripada hawa nafsu
Maha Suci lagi Maha Tinggi Dzat yang telah menciptakan hawa nafsu
(Adhwa`ul Bayan, Al-Imam Asy-Syinqithi t, 6/191)

contoh kasus :
Intip siswi SMK mandi, seorang pria tewas dihajar massa

Keisengan Wibowo berujung maut. Warga Magelang tersebut tertangkap basah mengintip siswi SMK Kasdam yang sedang mandi di asrama. Dia tewas dihajar 14 orang, beberapa di antaranya anggota TNI.
Kapolres Magelang Kota AKBP Joko Pitoyo mengatakan Widodo meninggal pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB di RST dr Soedjono Magelang.
“Korban luka-luka di seluruh badan, saat ini dilakukan autopsi dan olah tempat kejadian perkara kerja sama dengan POM,” kata AKBP Joko, Senin (15/4).
Ketua RW 06 Kelurahan Wates, Kota Magelang, Bambang Prayogo, mengatakan, korban diduga mengintip dari bangunan baru yang bersebelahan dengan asrama.
“Kebetulan bangunan baru yang sudah jadi dan belum ditempati itu dijaga oleh Frans yang merupakan teman korban dan korban sering bermain ke gedung baru tersebut,” katanya.
Bambang menuturkan, berdasarkan keterangan Frans, pada Jumat malam lalu, sekelompok orang asrama mendatangi gedung baru itu dan mendapatkan Widodo dan Frans di lokasi tersebut.
Setelah diinterogasi, Widodo dan Frans dibawa masuk ke asrama sekitar pukul 21.00 WIB dan mereka baru keluar asrama Sabtu (13/4) dini hari sekitar pukul 03.00 dan kondisi korban bengkak-bengkak, mulut dan telinga mengeluarkan darah.
“Saya diberitahu pada Sabtu sore bahwa korban koma, kemudian dilarikan ke RST, namun pada Minggu pagi mendapat kabar bahwa korban meninggal,” katanya.
Guna penyelidikan lebih lanjut, jenazah korban pada Minggu siang dibawa ke RS Sardjito Yogyakarta untuk menjalani autopsi.
(merdeka/15/4/13)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s