JANGAN DEKATI ZINA

JANGAN DEKATI ZINA

Allah SWT berkata “la taqrabuzzina”. jika di pisahkan kata tersebut terdiri dari 3 kata, dan saya membahas kata’ la ‘ dan ‘ taqra’ . ‘la’ artinya tidak,jangan maknanya Allah memberikan penegasan bahwa zina tidak boleh, zina dilarang bisa jadi Allah tidak memberikan kompromi sedikitpun kepada perbuatan zina dan karena ‘la’ adalah larangan maka akan ada sanksi berat yang di terima jika mendekati/ melakukan zina baik di dunia maupun akherat.

kata ‘taqrab’ berasal dari kata qarib yang berarti dekat, sama seperti kawan karib,sahabat karib maknanya bisa jadi bahwa zina dan kesempatan untuk ber zina itu memang sangat dekat sekali dengan kita karena hampir setiap hari kita bisa melakukan zina sengaja atau tidak baik sadar atau tidak, sehingga kita di perintahkan untuk tidak mendekati zina baik dengan cara memancingnya ( menonton BF,membaca buku porno,melihat gambar porno, memegang kemaluan,membayangkan betapa enak jika berhubungan suami nistri dengan yang bukan muhrim,onani,sexphone dll ) atau hal hal lain yang bisa membawa ke arah zina, kita di perintahkan untuk tidak mendekati zina karena ada mudharat besar dan membuat kerugian bagi manusia, kata qarib artinya dekat yang hampir hampir tidak memiliki jarak, jadi kata qarib dalam kalimat tersebut bisa jadi bermakna saling bersentuhan luar dalam sehingga menimbulkan syahwat, bahwa dekat itu berarti ada di dalam diri sendiri, dalam fikiran sendiri,dalam tubuh kita sendiri sehingga meskipun tanpa ada lawan jenis manusia tetap di larang berzina seperti zina mata, telinga, tangan dll. seakan-akan Allah manunjukkan bahwa begitu lemahnya manusia karena manusia tidak mampu membendung, melawan, mengatur atau malah kalah tunduk patuh dengan cairan mani yang ada didalam tubuhnya sendiri. ( Ari Suparli )
Foto: JANGAN DEKATI ZINA Allah SWT berkata “la taqrabuzzina”. jika di pisah kata tersebut terdiri dari 3 kata, dan saya membahas kata’ la ‘ dan ‘ taqra’ . ‘la’ artinya tidak,jangan maknanya Allah memberikan penegasan bahwa zina tidak boleh, zina dilarang bisa jadi Allah tidak memberikan kompromi sedikitpun kepada perbuatan zina dan karena ‘la’ adalah larangan maka akan ada sanksi berat yang di terima jika mendekati/ melakukan zina baik di dunia maupun akherat. kata ‘taqrab’ berasal dari kata qarib yang berarti dekat, sama seperti kawan karib,sahabat karib maknanya bisa jadi bahwa zina dan kesempatan untuk ber zina itu memang sangat dekat sekali dengan kita karena hampir setiap hari kita bisa melakukan zina sengaja atau tidak baik sadar atau tidak, sehingga kita di perintahkan untuk tidak mendekati zina baik dengan cara memancingnya ( menonton BF,membaca buku porno,melihat gambar porno, memegang kemaluan,membayangkan betapa enak jika berhubungan suami nistri dengan yang bukan muhrim,onani,sexphone dll ) atau hal hal lain yang bisa membawa ke arah zina, kita di perintahkan untuk tidak mendekati zina karena ada mudharat besar dan membuat kerugian bagi manusia, kata qarib artinya dekat yang hampir hampir tidak memiliki jarak, jadi kata qarib dalam kalimat tersebut bisa jadi bermakna saling bersentuhan luar dalam sehingga menimbulkan syahwat, bahwa dekat itu berarti ada di dalam diri sendiri, dalam fikiran sendiri,dalam tubuh kita sendiri sehingga meskipun tanpa ada lawan jenis manusia tetap di larang berzina seperti zina mata, telinga, tangan dll. seakan-akan Allah manunjukkan bahwa begitu lemahnya manusia karena manusia tidak mampu membendung, melawan, mengatur atau malah kalah tunduk patuh dengan cairan mani yang ada didalam tubuhnya sendiri. ( Ari Suparli )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s