BOLEHKAH TIDAK BERHUBUNGAN INTIM SETELAH NIKAH AGAMA

BOLEHKAH TIDAK BERHUBUNGAN INTIM SETELAH NIKAH AGAMA

Oleh ibu Devi Jasa Nikah dan Penghulu Depok,Jawa Barat 0822.1717.2294

Berhubungan intim atau tidak setelah menikah agama itu tidak ada masalah–dalam arti tidak menggangu keabsahan perkawinan– asal disetujui oleh suami. Namun demikian, persyaratan itu bersifat tidak mengikat. Maksudnya, apabila terjadi nikah agama maka status anda resmi  menjadi istri dari pria yang menikahi anda dan konsekwensinya anda  harus mematuhi keinginan suami. Termasuk wajib patuh apabila suami meminta anda untuk berhubungan intim. Menolak permintaan suami adalah dosa.

Dalam KHI dsebutkan:

Pasal 83
(1) Kewajiban utama bagi seoarang isteri ialah berbakti lahir dan batin kepada suami di dalam yang dibenarkan oleh hukum islam.
(2) Isteri menyelenggarakan dan mengatur keperluan rumah tangga sehari-hari dengan sebaikbaiknya.
Pasal 84
(1) Isteri dapat dianggap nusyuz jika ia tidak mau melaksanakan kewajiban-kewajiban sebagaimana dimaksud dalam pasal 83 ayat (1) kecuali dengan alasan yang sah.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s